Senin, 09 November 2015


hari ini tanggal 09 november 2015,, adalah awal yang baru, sangat melelahkan tapi aku harap bisa bertahan lama, karena aku tidak ingin mengecewakan smua orang termasuk kedua orang tuaku. walaupun susah aku harap aku mampu untuk melaluinya. doaku hanya satu yang selalu aku minta padamu wahai RAB ku yang maha agung. yang paling sempurna diatas segalanya penguasa langit dan bumi. pemilik kehidupan dan nafas yang aku hela. tertulis namamu dalam setiap desiran darah.

yang aku minta hanyala izinkan aku membahagiakan kedua orang tuaku, kuatkan aku untuk selalu bertahan demi kedua orang tuaku. zat yang maha perkasa. yang menjadikan apa yang memang seharusnya terjadi. MANJADA WA JADDA

Sabtu, 03 Januari 2015


Aku bersyukur karena sampai detik ini aku masih bisa menarik nafasku, darahku masih mengalir dan aku juga masih bisa merasakan kalau jantungku masih berdetak.

Aku tidak lahir dengan membawa sebuah kelebihan, tidak dengan kelebihan kecerdasan, tiudak dengan suara yang merdu, tidak dengan paras yang menawan dan yang terpenting aku tidak lahir dengan tinggi badan yang lebih   (^_^)"

Tapi aku bersyukur aku tidak lahir dengan sebuah kekurangan apapun itu. Tidak dengan kekurangan fisik atau mental, tidak juga dengan kekurangan ekonomi tapi bukan berarti aku lahir dengan kelebihan ekonomi.

Yang aku tau arang tuaku berusaha menghidupi kami dengan layak sebisa yang dia mampu. setidaknya kami sempurna dengan agama dan pendidikan yang dia beri.

Sudah lebih dari 22 tahun aku masih diberi kesempatan menikmati hangatnya mentari dan gelapnya malam. Tetap tak mampu kusembunyikan rasa kecewa pada diri ini karena belum sedikitpun aku mampu menghidupkan lilin kebahagiaanmu. walau seberapapun indahnya berlian didunia ini tak akan pernah mampu membayar peluh yang mengucur lewat selah-selah rambutnya yang memutih dan air yang mengalir dikedua pelupuk matanya.

"Dia" kedua orang tuaku tetap menatapku dengan begitu indah. Begitu sempurna. Matanya tetap berkata "kau milikku yang paling indah, anakku" Apapun itu.

Dan "aku" Anakmu hanya mampu menunduk dalam sebuah kebisuan. sekalipun tak terucap aku tau kau terluka. Aku tau kau sanggup menunggu seberapa pun lamanya waktu yang aku butuhkan untuk melukis pelangi untukmu. walaupun itu lebih lama dari seribu kali lamanya bulan mengitari bumi.

"WALAUPUN AKU MEMBISU TAPI AKU MENCINTAIMU LEBIH DARI DIRIKU"